Kamis, 17 November 2016

Hay teman
Ingatkah kau saat hari itu aku menulis sebuah cerita sedih tentang dia yg meninggalkan bekas tak lagi sempurna.
Kemana dia sekarang? Entah lah, aku pun tak tahu
Karenanya aku ingin bercerita tentang sesuatu. Rasa pilu yg tak berkesudahan itu mungkin sekarang tak lagi sama kawan, angin yg kuhirup setiap pagi dan kuhembuskan lagi dengan rasa penyesalan itu tak lagi ada. Aku ingat saat dia bilang kalau hujan pun tak akan datang bila mendung tak mengabarkan begitu pula kita berdua. Sama saja seperti kisah yg sudah sudah, angin pun tak juga bisa merasakan jika mendung bukan berarti hujan dan panas terik tersiram oleh hujan yg pilu. Sudah lah, aku pun juga tak merasakannya kembali. Hidup pun harus berlanjut walaupun susah untuk dipahami. Aku akan bercerita tentang dia yg sudah ada dihatiku menggantikannya yg pergi hilang dan sampai sekarang ingatannya tak bisa kulepas. Dia, Seorang gadis yg susah dimengerti hatinya, panjang jalan pikirannya dan susah untuk melupakan senyumannya. Mungkin diawal kisah aku sedikit memaksakan kehendakku karena tak bisa lepas dari bayang bayang masa lalu, hanya saja keinginan untuk lepas darinya menguatkan tekadku untuk menakhlukannya dan benar saja, sudah hampir setahun aku menjaga hatinya untuk diriku. Menjaganya bukan lah hal yg mudah teman, dengan bayangan masa lalu yang masih melekat kujaga hatinya. Ya, kujaga hatinya dengan pandanganku, pikiranku, egoku, dan hasratku akan hal hal yg membuat perhatianku beralih ke yg lain. Aku paham saat awal awal aku menjalin hubungan dengannya tak semudah yg kukira, harus belajar kembali dari nol. Membaca pikirannya tak semudah yg dibayangkan. Ingatlah, wanita adalah makhluk paling kompleks yg ada dimuka bumi ini. Antara dia dan aku menjalin sebuah hubungan hanya sebuah percobaan dan jika tak berhasil aku akan pergi dan dia mempersilahkan. Tapi takdir berkata lain, aku sangat mencintainya sekarang. Ya, lebih dari masa laluku yg mungkin sekarang perlahan memudar. Bagaimana bisa aku menjelaskan tentang perasaan yg bergejolak sekarang. Ingin kuceritakan kepada angin kemarin dan kuhina dia sampai hilang mengabarkan kepadanya. Hanya saja malam membuatku tetap diam dan tetap menyimpan perasaanku sekarang. Andai dia tahu bahwa akulah orang yg akan memperjuangkannya agar dia jadi milikku seutuhnya. Karena aku tak pernah main main dengan perasaanku sendiri. Dia lah bunga diantara hamparan pasir, cahaya dalam kelelahan dan penyemangatku dalam menjalani kehidupan. Indahnya telah kusimpan diantara seribu makna dalam satu kata. APRIANI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar